Minggu, 27 April 2014

DI BAWAH MALAM YANG KELAM

Di kursi taman ini
Aku terduduk seorang diri
Merenungkan kejadian hari ini
Yang hanya aku dan hidup ini yang tahu

Dibawah malam yang kelam
Ditemani oleh titik garis
Yang terbentuk dari bintang-bintang
Yang semakin malam, semakin terang

Aku tahu, puisi ini hanya berupa sajak
Tak punya arti, tak punya warna
Tapi, lihatlah perasaan penulis puisi ini
Aku, Kau, Tuhan, dan Perasaan ini