DI BAWAH MALAM YANG KELAM
Di kursi taman ini
Aku terduduk seorang diri
Merenungkan kejadian hari ini
Yang hanya aku dan hidup ini yang tahu
Dibawah malam yang kelam
Ditemani oleh titik garis
Yang terbentuk dari bintang-bintang
Yang semakin malam, semakin terang
Aku tahu, puisi ini hanya berupa sajak
Tak punya arti, tak punya warna
Tapi, lihatlah perasaan penulis puisi ini
Aku, Kau, Tuhan, dan Perasaan ini
Di kursi taman ini
Aku terduduk seorang diri
Merenungkan kejadian hari ini
Yang hanya aku dan hidup ini yang tahu
Dibawah malam yang kelam
Ditemani oleh titik garis
Yang terbentuk dari bintang-bintang
Yang semakin malam, semakin terang
Aku tahu, puisi ini hanya berupa sajak
Tak punya arti, tak punya warna
Tapi, lihatlah perasaan penulis puisi ini
Aku, Kau, Tuhan, dan Perasaan ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar